Kamis, 12 Juli 2012

CLASSIC HOUSE

Bentuk-bentuk arsitektur klasik masih eksis hingga saat ini dan diadopsi dalam bangunan-bangunan modern. Pilar-pilar besar, bentuk lengkung di atas pintu, atap kubah, dsb adalah sebagian ciri Arsitektur Klasik. Ornamen-ornamen ukiran yang rumit dan detail juga kerap menghiasi gedung-gedung yang dibangun di masa sekarang. 

 
Dua konsep modern dan klasik memang gampang- gampang susah untuk dipadukan dalam suatu hunian. Namun, dengan perencanaan desain yang baik, tentu bisa menghasilkan perpaduan yang menarik pula.
Konsep modern dan klasik adalah dua gaya yang berbeda, masing-masing memiliki keunikan dan ciri khas untuk menonjolkan konsep utama dalam hunian. Desain klasik umumnya cenderung rumit dengan adanya banyak ornamen. Biasanya dimiliki oleh penghuni rumah yang fanatik dan cenderung suka dengan arsitektur klasik berseni tinggi yang penuh hiasan.Sementara, gaya modern cenderung didominasi bentuk geometris yang tidak banyak hiasan, bahkan tanpa hiasan atau ornamen sama sekali. Meskipun dua desain ini berbeda prinsip, tak ada yang salah juga jika Anda ingin menggabungkan keduanya, asalkan tidak merusak estetika bangunan.
Biasanya penghuni rumah yang membangun rumah dengan memadukan dua konsep ini dilatarbelakangi kesukaannya pada kedua gaya tersebut. Karena alasan tersebut, konsep bangunan yang digunakan pada gaya hunian seperti ini sudah tentu jauh berbeda. Hal itu karena konsep desain klasik modern merupakan penyederhanaan gaya arsitektur klasik dengan perpaduan gaya arsitektur modern yang “Indonesia”. Artinya, sudah diadaptasikan dalam kecenderungan kesukaan orang Indonesia terhadap gaya modern.
Selanjutnya, penyederhanaan yang dimaksud, misalnya pada gaya klasik, Probo menyebutkan, berarti menghilangkan banyak unsur dekorasi yang terlihat “berat”, seperti kolom Corinthian atau Ionic yang biasanya ada pada desain klasik.Sementara, penyederhanaan unsur gaya klasik lainnya, tampak pada penggunaan lis profil yang tidak lagi sangat rumit tapi simpel. Seperti menggunakan satu lis tebal saja.Sementara, pada fasad bangunannya, menurut Probo, ciri bangunannya bisa merupakan perpaduan dari gaya klasik yang rumit dan gaya modern yang simpel. Keduanya saling menekan dan menetralkan sehingga muncul gaya arsitektur yang tidak terlalu rumit dan tidak terlalu sederhana.

Kelebihan dari gaya modern klasik adalah gaya ini kemungkinan diterima oleh penyuka gaya klasik dan modern. Perpaduan tersebut adalah gaya peralihan dari konsep gaya klasik yang berkembang pada era 1990-an menuju konsep gaya modern yang berkembang pada era 2000-an hingga sekarang.Untuk kekurangannya, gaya perpaduan tersebut cenderung lebih menekankan pada kesukaan pada bentuk indah fasad, tapi tidak pada fungsi ruang pada desain rumah.
(Sumber : ais)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar